Parenting Reviews

Mau Newborn Photoshoot? Perhatikan 6 Hal Ini!

 

Setelah memiliki bayi, apalagi anak pertama, tentunya sebagai orangtua kita ingin mengabadikan segala kegiatan si kecil dan tingkah lucunya. Apalagi sebagai orangtua millenials di zaman media sosial seperti sekarang ini,  foto yang bagus dan apik adalah hal yang penting karena biasanya banyak dari kita yang senang  meng-update kegiatan sehari-hari di media sosial atau untuk kenangan pribadi.

Untuk bayi yang baru lahir, seringkali banyak pertimbangan dari orangtua untuk melakukan photoshoot ini mengingat usianya yang masih terlalu kecil. Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana bayi sekecil itu dapat berpose di depan kamera. Bahkan banyak pula timbul pro dan kontra karena mengkhawatirkan kenyamanan bayi tersebut.

Memasuki usia dua minggu, temanku Eska (@eskaoktya) dari @itsybitsy.ph,baby-kids-maternity-family photography (sebelumnya babytonicamenawarkan photoshoot untuk Attaya. Salah satu hal yang membuat aku yakin melakukan newborn photoshoot untuk Attaya adalah pemotretan dilakukan di rumah, sehingga bayi tidak perlu dibawa ke studio dan waktu juga dapat disesuaikan dengan kenyamanan orangtua dan bayi. Selain home service, berikut ini adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat melakukan newborn photoshoot  yang aku  rangkum dari pengalaman yang aku dapat dari Eska dan tim @itsiybitsy.ph:

  1. Lakukan pemotretan di rumah

Ini adalah poin yang paling penting dari newborn photoshoot.  Pilihlah jasa home service photography. Photoshoot yang dilakukan di rumah membuat bayi lebih nyaman karena tidak perlu keluar rumah.

  1. Perhatikan kebersihan dan higienitas

Sebelum photoshoot, pastikan orangtua, pemotret, dan tempat untuk melakukan photoshoot terjamin higienitasnya. Bayi baru lahir masih rentan terkena virus dan bakteri, cuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer sebelum memegang bayi, bila perlu ganti baju sebelum menggendong bayi.

  1. Kondisikan bayi dalam keadaan senyaman mungkin

Kondisikan bayi dalam keadaan yang nyaman. Bayi dalam kondisi sehat, tidak rewel, sudah menyusu, sudah buang air besar dan kecil, lebih baik lagi jika bayi sedang tidur. Jika hal-hal ini sudah dilakukan, bayi akan nyaman dan tidak akan rewel sehingga memudahkan tim fotografer.  Jika bayi ingin menyusu di tengah-tengah pemotretan, kegiatan pemotretan dapat dipending terlebih dulu, susui  bayi, lanjutkan kembali ketika bayi sudah tenang.

  1. Teknik pencayahaan yang natural

Gunakan cahaya alami dari matahari atau cahaya yang natural. Namun, jika tetap harus menggunakan lighting karena pencahayaan yang kurang baik, usahakan saat bayi sedang tertidur pulas

  1. Teknik pengambilan pose

Kunci dari teknik pengambilan pose adalah keseimbangan. Banyak kita lihat newborn photography dengan posisi sedang bertopang dagu, tertidur di lengan ayah, di ayunan, dll. Kuncinya adalah keseimbangan dan keamanan. Ini dapat dilakukan jika pengarah pose sudah berpengalaman. Jika belum berpengalaman,  lebih baik lagi jika posisi yang digunakan adalah posisi alami saja, misalnya tiduran atau tengkurap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Usahakan ibu terus hadir di samping bayi

Selagi pemotretan dilakukan, usahakan ibu dan ayah selalu di samping bayi untuk mengawasi dan menenangkan bayi jika terbangun. Kehadiran orangtua di dekat bayi akan membuat bayi tenag walaupun ada orang asing yang sedeng mengambil foto.

Berdasarkan ulasan tersebut, sepertinya tidak sulit untuk ya untuk melakukan newborn photoshoot. Dengan memastikan bahwa  hal-hal  di atas dapat berjalan dengan baik, Mamas tidak perlu ragu untuk melakukan newborn photoshoot. Selamat berfoto dan selamat mengabadikan momen terbaik dengan si kecil ya, Mams!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top