Dita's Diary Parenting

Cara Mudah Mengajarkan Disiplin pada Batita

Siapa yang anak bayinya sudah mulai memasuki usia batita (di bawah tiga tahun), hayo tunjuk tangan?? Hehe. Setelah bayi mulai toddler dan memasuki usia batita memang rasanya tantangan lebih nyata terlihat yaa, Moms. Lari ke sana ke sini, super aktif, dan biasanya juga sudah punya pemikiran atau pilihan sendiri.

Ketika Attaya sudah mulai memasuki usia batita, sering kali aku bingung menghadapi sikapnya yang aneh. Bahkan seringkali Attaya mulai mengatakan penolakan dengan kata “enggak”. Namun, di sisi lain senang juga karena itu tandanya ia sudah mulai menunjukkan sikap mandiri.

Sayangnya, kemampuan komunikasi usia batita yang masih terbatas terkadang menjadi penghambat ketika berkomunikasi. Batita jadi kurang maksimal ketika mengemukakan pendapatnya. Selain itu, usia batita ini masih memiliki kontrol diri yang belum rasional sehingga ia melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Jadi, menurutku disiplin ini penting diterapkan agar anak memahami kegiatannya sejak dini. Hal ini juga akan berpengaruh sampai dia besar nanti bahkan ketika masuk usia sekolah. Berdasarkan kegiatan-kegiatan keseharian yang aku lakukan bersama Attaya selama ini, beberapa poin di bawah ini cukup membantu aku menerapkan disiplin ke Attaya sejak dini.

  • Konsisten

Jadwal adalah salah satu hal yang penting untuk menerapkan kekonsistenan ini. Agar batita bisa disiplin, setiap melakukan kegiatan harus sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Misalnya, saat waktu makan dan tidur, maka kita harus konsisten pada waktu. Dengan begitu, ia akan lebih mudah disiplin karena ada jadwal ini akan menjadi kebiasaan. Nah, jika akan melakukan perubahan jadwal pada si kecil maka harus dikatakan jauh-jauh hari atau diberikan afirmasi sebelumnya. Misalnya, “Besok Attaya akan nginap di rumah eyang ya, jadi kita bangun jam segini bla bla bla, dst.” Mengapa? Agar batita kita bisa memahami dan mempersiapkan dirinya supaya tidak terkejut dengan perubahan tersebut. Konsisten ini sangat memiliki peranan penting dalam mengajarkan batita disiplin. Untuk itu, terapkan sikap konsisten agar ia bisa menerapkan disiplin dengan baik.

  • Hindari situasi yang membuat batita tidak mood


Memasuki usia batita memang banyak menguras tenaga dan emosi ya karena mulai super aktif. Sebagai orangtuanya saat si kecil ini menginjak usia batita maka kita harus belajar memahami apa saja yang tidak ia sukai. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari hal-hal yang membuat si kecil gak mood, sedih, dll. Nah, maka dari itu agar si kecil ini tidak berubah mood, kita harus bisa memahami betul-betul apa yang membuat ia tidak suka. Dengan begitu, tidak akan menimbulkan halangan untuk mendisiplinkan anak batita kita.

  • Berpikir seperti anak batita

Berbeda dengan orang dewasa atau anak yang sudah lebih dewasa, dalam memberikan penjelasan pada si kecil ini harus dengan sabar, berulang-ulang dan disesuaikan dengan cara berpikirnya. Misalnya, tidak mau mandi karena dingin. Maka usahakan jangan memaksanya, namun berikan pilihan sehingga ia merasa bahwa kita menghargai dan memahami perasaanya. Misalnya, tawarkan untuk mandi air hangat.

  • Memberi contoh

Usia batita ini adalah peniru ulung. Mereka senang mengulang perkataan yang didengar atau sikap yang orang sekitarnya lakukan. Ketika mendisiplinkan, memberi contoh adalah jalan terbaik. Misalnya ikut merapikan mainan ketika memintanya merapikan mainan. Ikut sikat gigi bersama ketika waktunya sikat gigi, dll. Dengan begitu ia senang melakukan hal tersebut karena melihat contoh dari orangtuanya.


Itu beberapa hal yang aku garis bawahi ketika belajar “mendisiplinkan” Attaya selama ini. Alhamdulillah ia sudah mulai tau dan mengikuti kapan waktu untuk melakukan kegiatannya karena terjadwal dan teratur, walaupun masih perlu diinstruksikan berulang-ulang. Mungkin masih banyak cara-cara lainnya yang bisa dicoba disesuaikan dengan kebiasaan anak dan orang tua masing-masing karena tiap keluarga memiliki cara yang berbeda. Tulisan ini adalah cerita versiku bersama Attaya. Semoga cerita kali ini bermanfaat ya. Semangat terus mama-mama yang sedang menghadapi anak bayi yang mulai beranjak besar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top