Dita's Diary Pregnancy

Cerita Persalinan

IMG-20170813-WA0009Tanggal 21 Juli 2017, aku secara resmi menyandang status baru sebagai Ibu, Alhamdulillah.

Tepat pukul 3.30 sore lahirlah seorang bayi laki-laki, alhamdulillah tidak kurang suatu apa pun, semua sehat semua lengkap. Attaya Haziq Aditra.

Flashback kembali dari awal hamil, aku berupaya sebisa mungkin untuk melahirkan secara pervaginam, namun Allah berkehendak lain karena KPD (ketuban pecah dini) di usia kehamilan 38 minggu 5 hari.

Pada tanggal 21 Juli 2017, seperti biasa aku jalan pagi sambil cari sarapan, aktivitas juga berjalan seperti biasa. Suami berangkat kerja jam 7 aku pun beres-beres lalu istirahat (karena sudah ambil cuti) sekitar jam 10.30, aku merasa seperti ada air yang keluar, tapi tidak bisa ditahan. Air yang keluar pun bukan sedikit demi sedikit, tapi langsung banyak mengalir seperti air kran yang terbuka. Aku berusaha setenang mungkin dan menghubungi suami.

Sekitar pukul 11.30 aku langsung berangkat ke klinik BWCC, tempat aku cek kehamilan dan langsung dibawa ke ruang persalinan. Saat itu aku langsung diberi oksigen tambahan dan diperiksa CTG untuk mengetahui kondisi janin. Alhamdulillah baby masih bergerak, tapi agak jarang dan tidak seperti biasanya.  Saat itu bidan cek lalu menghubungi dokter.  Dokterpun memutuskan bahwa kondisi sudah gawat janin, artinya bayi harus segera dikeluarkan karena air ketuban sudah hijau dan hampir habis, pergerakan janin juga semakin jarang. Saat itu saya dan suami berusaha tenang dan menerima bahwa tindakan operasi SC harus segera dilakukan. Karena klinik BWCC Jagakarsa hanya bisa untuk persalinan normal, aku dirujuk me RS terdekat tempat dr. Dian (dokter spog-ku) praktik, yaitu di RSIA Andika Jagakarsa.

Pukul 3.00 aku masuk ruang operasi. Jam 3.30 alhamdulillah bayi laki-lakiku lahir. Pertama kali dengar tangisannya, gak bisa ngomong apa-apa cuma bersyukur dalam hati berkali-kali, Alhamdulillah dipercaya sama Allah dititipkan anak ini.

Welcome to the world, my baby boy, Attaya Haziq Aditra!

2 thoughts on “Cerita Persalinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top