Dita's Diary Parenting

Cerita Tentang 1000 Hari Pertama Anakku; Sebuah Catatan Pengingat

Pernyataan bahwa masa emas seorang anak adalah dua tahun pertamanya mungkin benar. Namun, lebih tepatnya lagi adalah 1000 hari pertama. Masa emas 1000 hari ini dihitung sejak anak masih dalam kandungan ibunya, sejak hari pertama konsepsi hingga embrio terbentuk sampai anak berusia 2 tahun.

Melalui tulisan ini, saya akan berbagi catatan tentang 1000 hari pertama anak saya, Attaya, sejak kehamilan hingga ia lahir—sampai sekarang. Beberapa bulan lagi, Attaya akan menjelang 1000 hari pertama kehidupannya, pada bulan Juli nanti. Catatan ini saya tuliskan dengan harapan, saya dan suami sebagai orangtua akan selalu fokus pada pemaksimalan 1000 hari pertama buah hati kami. Catatan ini merupakan hal-hal yang sudah kami lewati, baik yang telah memenuhi atau belum memenuhi standar pola seimbang 1000 hari pertama kehidupan anak, khususnya pada pemenuhan gizi seimbang. Catatan ini juga mencakup hal-hal yang sedang dan akan dilakukan menjelang 1000 hari kehidupan pertama.

Saat Kehamilan

√  Mengonsumsi gizi seimbang

Asupan makanan yang dikonsumsi terdiri dari gizi seimbang; karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah dan air. Sejak trimester pertama kehamilan, saya berusaha untuk memenuhi gizi seimbang ini. Pada trimester pertama terasa berat karena rasa mual yang luar biasa. Namun, pemenuhan gizi seimbang ini tetap dapat disiasati dengan mengganti makanan yang tidak bisa dimakan dengan kandungan gizi yang sama.

√ Mengonsumsi vitamin

Vitamin yang dikonsumsi sesuai dengan resep DSOG, seperti asam folat, DHA, dan kalsium. Sejak trimester awal hingga trimester akhir, DSOG saya sudah meresepkan vitamin-vitamin ini, hanya dosisnya saja yang bertambah. Semakin bertambah usia kehamilan dosisnya semakin bertambah karena menyesuaikan dengan kebutuhan janin yang semakin berkembang.

Memeriksakan kandungan sebulan sekali (minimal 3 bulan sekali)

Sejak awal hamil, saya rutin memeriksakan kandungan setiap bulan, sesuai dengan yang dijadwalkan dokter sehingga perkembangan bayi terpantau. Minimal 3 bulan sekali harus dilakukan, apalagi mendekati hari kelahiran. Tujuan pemeriksaan kehamilan rutin ini adalah untuk memantau jika ada sesuatu yang tidak biasa pada kehamilan sehingga akan cepat terdeteksi dan dapat ditangani dengan segera.

Saat Bayi Lahir

√ Inisiasi menyusu dini

Ketika IMD, bukan hanya bayi yang belajar menyusu, tetapi juga ibu belajar menyusui untuk pertama kali. Kedekatan ibu dan anak saat proses ibu ini bermanfaat sangat luar biasa. Sayangnya, karena saya melahirkan dengan operasi caesar dan bayi perlu segera dicek, IMD yang dilakukan hanya beberapa menit saja. Idealnya IMD yang dilakukan adalah minimal 30 menit.

√ ASI Eksklusif

ASI eksklusif yang diberikan genap hingga 6 bulan, tanpa tambahan susu atau makanan lain (kecuali dengan ibu atau bayi dengan alasan medis tertentu). Berdasarkan pengalaman pribadi saya, bulan pertama kelahiran bayi adalah proses awal yang terberat dalam menyusui, karena pada saat ini terjadi proses belajar antara ibu dan bayi. Jika masa ini terlewati dengan baik, proses menyusui ke depannya akan mudah untuk dilewati, bahkan menjadi kebutuhan antara ibu dan anak.

Saat Mulai MPASI

MPASI gizi seimbang

MPASI adalah makanan pendamping ASI, maka yang jadi pendamping adalah makanannya, bukan ASI-nya. ASI tetap menjadi sumber asupan utama bayi ditambah dengan makanan gizi seimbang untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Gizi seimbang mencakup karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah dan air. MPASI dimulai sejak bayi berusia 6 bulan, namun terdapat beberapa bayi yang memulai MPASI sebelum 6 bulan, namun sesuai dengan petunjuk dokter tergantung pada kondisi bayi. Attaya memulai MPASI sejak 6 bulan karena tudak ada indikasi medis yang mengharuskan MPASI dini, dengan terus diusahakan mengonsumsi makanan gizi seimbang.

Melanjutkan ASI hingga 2 tahun

Memasuki usia enam bulan, proses menyusui otomatis mulai berkurang karena anak mulai dikenalkan dengan MPASI. Akan tetapi, ASI wajib dilanjutkan jika tidak ada alasan medis karena masih mengandung zat-zat yang diperlukan anak, disamping pemberian makanan pendamping dengan gizi seimbang.

√ Rutin memeriksakan bayi ke dokter

Dengan rutin memeriksakan bayi ke dokter, tumbuh kembang bayi akan terpantau dengan baik. Jika ada kelainan atau penyakit tertentu juga akan dapat dideteksi dengan segera. Hal ini sangat penting untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sebelum terlambat

√ Memantau pertumbuhan menggunakan tabel KMS

KMS dapat digunakan untuk memantau perkembangan bayi, dari tabel tersebut dapat dlihat apakah perkembangan dan pertumbuhan bayi terus meningkat, menurun atau tidak ada kenaikan. Jika penurunan garis KMS atau tidak ada kenaikan 3 bulan berturut-turut, pemeriksaan ke dokter harus segera dilakukan.

√ Imunisasi dasar lengkap

Imunisasi dasar lengkap wajib dilakukan sejak lahir, untuk pencegahan penyakit-penyakit yang tidak diinginkan. Imunisasi dasar lengkap ini juga telah terjadwal sehingga harus mengikuti dengan jadwal yang disarankan.

Selain dari beberapa hal yang saya catat di atas, keberhasilan 1000 hari pertama ini ditentukan dari berbagai aspek, seperti pola makan, pola asuh, dan sanitasi lingkungan. Pola makan adalah salah satu aspek yang sangat penting karena sangat berpengaruh sejak bayi dalam kandungan, ketika mendapat asupan gizi dari ibunya melalui plasenta. Sejak dalam kandungan, bayi diharapkan mendapatkan asupan gizi cukup hingga berusia 2 tahun untuk memenuhi pertumbuhannya untuk mencegah stunting.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek daripada teman-teman seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya kenbutuhan gizi anak. WHO menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih dalam kandnan yang disebabkan oleh asupan gizi ibu yang kurang,

Berdasarkan data Riskesdas 2013, Indonesia adalah negara yang prevalensi stuntingnya berada di peringkat ke lima terbesar. Hampir 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting. Oleh karena itu, pencegahan stunting pada anak di Indonesia perlu dilakukan sejak dini, sejak anak berada dalam kandungan.

Sekitar beberapa bulan lagi, anak saya Attaya akan memasuki 1000 hari pertama kehidupannya. Semoga masa emas ini dapat terlewati dengan maksimal. Semoga catatan ini dapat menjadi pengingat apa yang telah dilakukan, sedang dilakukan, dan apa yang belum dan harus dilakukan untuk beberapa bulan ke depan kehidupannya agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan maksimal. Semoga dengan tulisan ini juga dapat menjadi inspirasi para orangtua yang sedang melalui 1000 hari pertama buah hatinya. Dengan mencatat apa yang telah lalu atau yang akan datang pada 1000 hari pertama, diharapkan orangtua tetap tanggap dan memberi perhatian lebih pada masalah stunting ini. Maksimalkan 1000 hari pertama buah hati kita. Mari cegah stunting sejak dini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top