Dita's Diary

Happy Mom, Happy Family!

Pasti sering denger kan istilah Happy Mom, Happy Family? Nah, setelah jadi ibu, aku baru ngerti dan baru ngerasain istilah itu.

Setelah jadi ibu, aku juga jadi paham kenapa surga ada di telapak kaki ibu karena merasakan langsung. Bener-bener ya perjuangan seorang ibu luar biasa (langsung inget mama dan nyesel suka bandel) 🙁

21 Juli 2017, aku resmi menyandang status sebagai “IBU”. Alhamdulillah, aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku dan suami beri nama Attaya Haziq Aditra. Attaya = anugerah, Haziq = cerdas/pandai, Aditra = gabungan nama aku dan suami, hehe. Jadi deh, anugerah dari Allah seorang anak yang cerdas untuk Dita dan Rizky Aditya. Amin,  Allahumma Amin. (Semoga jadi anak cerdas ya sayang).

Nah, balik lagi ke Happy Mom, Happy Family. Aku rasa pernyataan ini bener banget karena terasa banget saat aku gak happy, semua jadi terasa suram. Kepala pusing, suami dicemberutin (maaf ya ayah, hehe), dan yang paling terasa banget adalah ASI seret!  Huhu..  Kalau kaya gini jadi merasa bersalah banget sama Attaya. 

Nah, berhubung ke-happy-an seorang ibu merupakan salah satu kunci utama kebahagian keluarga, perlu banyak hal yang sebetulnya dipahami, juga dilakukan. Tidak hanya ibu sendiri, peran suami juga sangat besar. Apalagi kalau new mom dan new small family kaya aku, betul-betul cuma bertiga, aku, suami, dan baby.

Untuk berusaha selalu happy, sebetulnya sederhana. Ini yang sampai saat ini aku coba terus lakukan. (Walaupun sering kalah sama ngambeknya hihi).

1. Komunikasikan apapun yang kamu rasa ga enak ke suami, masalah apa pun itu. Aku udah coba ini sih, tapi namanya perempuan kan yang ga penting aja diomongin, sedangkan laki-laki ngomongnya sedikit. Haha. Nah ini perlu pemahaman satu sama lain aja, kondisikan komunikasi di waktu yang tepat. Misalnya pas santai, ngopi-ngopi, atau nonton.

2. Lakukan aja apa yang kamu suka. Misalnya, kalo aku simple sih, nontonin video-video lucu, ngemil sesuatu yang lagi dipengenin, atau luluran sebentar (curi-curi waktu sebelum Attaya nangis! Hihi) udah bisa bikin mood enak lagi.

3. Sebagai ibu baru, kalau ada sesuatu yang bertentangan dengan prinsip kamu dalam pengasuhan anak, anggap aja angin lalu. Jangan diambil hati, jangan diambil pusing. Ambil baiknya lupakan buruknya.

Sementara itu dulu sih yang aku sedang usahakan. Semoga keluarga kecil baruku bahagia selalu. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top