Academic Life

Hubungan Memori Jangka Pendek dan Aspek Linguistik pada Kemampuan Membaca Anak Reading Disabilities

Kemampuan membaca merupakan salah satu hal yang terpenting pada anak usia sekolah. Kemampuan membaca merupakan salah satu hal yang mendukung prestasi membaca seorang anak. Prestasi membaca yang baik, sangat berpengaruh pada prestasi belajar dan keberhasilan pencapaian akademisnya di sekolah. Seorang anak yang memiliki gangguan membaca, merupakan salah satu pemicu efek psikologis yang akan timbul pada anak tersebut. Oleh karena itu, kemampuan membaca sebisa mungkin harus dimaksimalkan pada anak usia sekolah.

Untuk memaksimalkan kemampuan membaca, tentu kita harus mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh. Memori jangka pendek (working memory) adalah salah satu mekanisme psikologis yang bekerja dalam kegiatan berbahasa. Memori jangka pendek merupakan informasi yang disimpan sementara yang diproses dalam berbagai kegiatan kognitif, salah satunya adalah kegiatan membaca.

Dalam pemrosesan informasi ini, terdapat proses serial atau paralel (serial and parallel processing). Serial processing merupakan proses mengingat satu entitas dalam satu waktu secara berurutan, sedangkan parallel processing merupakan proses mengingat beberapa entitas dalam waktu yang bersamaan. Selanjutnya, terdapat pula proses top down dan bottom up, proses top down merupakan proses pemahaman dari sesuatu yang menyeluruh diikuti dengan penguraian level yang lebih kecil, bottom up sebaliknya,yaitu merupakan proses pemahaman yang dimulai dari level terkecil lalu ke seluruh bagian.

Beberapa proses lain yaitu proses otomatis, proses terkontrol, dan model modularitas. Proses otomatis tidak banyak membutuhkan ‘usaha’ karena informasi diperoleh secara kebetulan.  Proses terkontrol, merupakan proses informasi diatur oleh sejumlah tugas yang bekenaan dengan indra. Selanjutnya adalah model modularitas, yang biasa diterapkan dalam proses mempersepsikan bunyi, berkenaan dengan tingkat kemandirian sistem pemrosesan bahasa.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, memori jangka pendek tentunya berkaitan erat dengan kumpulan kosa kata yang dimiliki setiap anak karena memori jangka pendek merupakan alat untuk memperoleh kosa kata baru. Kemampuan mengingat inilah yang sangat berhubungan dengan kemampuan membaca dan hubungannya pada pencapaian akademik seorang anak.

Untuk mengukur memori jangka pendek, terdapat beberapa metode yang digunakan, yaitu memory span test atau simple span test, tes yang diberikan kepada partisipan untuk mengucapkan kembali apa yang diberikan, misalnya kata-kata, angka, dan lain-lain. Metode ini juga dilakukan oleh peneliti-peneliti yang membahas mengenai memori jangka pendek dan hubungannya dengan kemampuan membaca.

Selain memori jangka pendek, kemampuan membaca juga sangat berpengaruh pada banyak hal. Pada anak yang  normal misalnya, kemampuan membaca dipengaruhi oleh kesadaran fonologis (phonological awareness), proses sintaktis (syntactic processing), dan memori jangka pendek verbal (verbal working memory). Hal-hal tersebut adalah aspek yang diteliti oleh Gottarde, et al (1996), yang membahas mengenai prestasi membaca yang memiliki hubungan dengan kesadaran fonologis, proses sintaktis dan memori jangka pendek verbal pada anak-anak normal yang sudah dites dengan tes yang sudah terstandardisasi.

Eksperimen dilakukan pada 112 siswa kelas tiga (45 laki-laki dan 67 perempuan) yang memiliki bahasa ibu bahasa Inggris dan tidak memiliki kesulitan berbicara, berbahasa, maupun mendengar. Anak-anak ini diberikan tes dari ketiga apek tersebut, yaitu sensitivitas fonologis (phonological sensitivity), proses sintaktis (syntactic processing) dan memori jangka pendek verbal (verbal working memory). Gottarde,et al, menggunakan Rosner’s Auditory analysistest untuk mengukur sensitivitas fonologis yang terdiri dari dua syllable dan terdapat penghilangan fonem.

Dari aspek proses sintaksis, diukur menggunakan sentence judgment task dan sentence correction task. Untuk mengukur memori jangka pendek verbal, diukur menggunakan variationof a memory task yang dikembangkan oleh Daneman dan Carpenter (1980).

Hasil dari penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian-penelitian yang banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian dari Bowers, Steffy (1988) dan beberapa penelitian lain yang menemukan bahwa memori jangka pendek verbal dapat memprediksikan perbedaan pada kemampuan yang berhubungan proses fonologis.

 Penelitian ini menemukan bahwa memori jangka pendek verbal memprediksikan sebesar 22,2% dari variasi kemampuan penamaan pseudoword, dan lain-lain. Sebagai intinya, di akhir diskusi dikatakan bahwa memori jangka pendek verbal merupakan salah satu hal yang paling kompleks jika dilihat dalam sudut pandang pemrosesan dalam kemampuan membaca.

Kemampuan membaca, khususnya pada anak yang memiliki reading disabilities, tentunya memiliki kekurangan pada aspek fonologis dan sintaksis. Lalu bagaimana hubungan pada memori jangka pendeknya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa penelitian lain, salah satunya yang dilakukan oleh Gathercole, et al. (2006) yang meneliti mengenai memori jangka pendek pada anak-anak dengan reading disabilities.

Prosedur yang dilakukan adalah mengukur kemampuan partisipan menggunakan ability test, memory test dan phonological awareness test.  Pada hasil dan pembahasan. Dikatakan bahwa kemampuan memori jangka pendek berhubungan dengan kesulitan membaca pada sampel pada anak yang memiliki reading disabilities. Pada hasil juga dijelaskan bahwa kelompok anak yang memiliki IQ dibawah rata-rata, memori jangka pendek dan kesadaran fonologisnya juga dibawah rata-rata. Kemampuan membaca, terkait secara signifikan dengan kemampuandan kesadaran fonologisnya.

Gathercole,et al (2006) mengajukan pertanyaan mengenai memori jangka pendek, mengapa kemampuan mengingat tersebut dapat memprediksikan kesulitan membaca pada sampelnya?. Mengutip pernyataan Swanson dan Sachse-Lee (2001), ia menjawabbahwa memori jangka pendek menyediakan segala sumber yang mengizinkan pembelajar tersebut mengintegrasikan informasi yang terdapat pada memori jangka panjang dengan input terbaru. Oleh karena itu, kemampuan mengingat jangka pendek yang lemah akan lebih sulit untuk mengeluarkan informasi yang penting pada aktivitas kognitif.   

Penelitian lain yang dilakukan oleh Swanson, H, Lee dan Jerman Olgan, ( 2007) mengenai memori jangka pendek pada anak yang memiliki reading disabilities. Penelitian ini mengatakan bahwa memori jangka pendek berpengaruh pada perkembangan membaca pada sekelompok anak yang memiliki reading disabilities. Sebanyak 84 anak (28 perempuan dan 56 laki-laki) diambil sebagai partisipan. Pengukuran diklasifikasikan pada kemampuan membaca, arithmetic computation, verbal intelligence, fluid intelligence, short term memory,working memory, dan lain-lain.

Hasil yang didapatkan menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara perkembangan membaca pada kemampuan membaca dan anak dengan reading disabilities. Anak yang memiliki kemampuan membaca yang rendah tanpa memperhatikan kecerdasan verbal menunjukkan memiliki prestasi mengingat yang rendah pula. Semua kemampuan mengingat ini terkait dengan kemampuan membaca.

Berdasarkan ulasan-ulasan mengenai working memory pada anak di atas, baik pada anak normal maupun yang memiliki reading disabilities, sama-sama mengikutsertakan aspek linguistik pada metode penelitiannya. Memori jangka pendek dan aspek linguistik lainnya, seperti phonological awareness, atau syntactic processing merupakan hal yang berpengaruh baik pada anak normal maupun reading disabilities.

Penelitian-penelitian mengenai kemampuan membaca, banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Misalnya, psikologi, linguistik atau pengajaran. Oleh karena itu, tidak hanya peneliti dari bidang linguistik saja yang bisa membahas linguistik, tetapi lintas disiplin lain juga menggunakan ilmu linguistik untuk mendukung penelitian mereka. Begitu pula sebaliknya. Ilmu-ilmu ini saling terkait satu sama lain untuk mendukung hasil penelitian dan argumen yang tepat untuk mendiskusikan hasil penelitian.

Sumber Bacaan:

Anjarningsih, Harwintha Y. 2011. Pentingnya Identifikasi Dini Disleksia untuk Masa Depan Anak. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Press

Caroll, David W. 2008. Psychology of Language. USA: ThomsonWadsworth.

Fernandez, Eva M and Cairns, Helen Smith. 2011. Fundamentals of Psycholinguistics.USA: Willey-Blackwell

Gathercole,Susan Elizabeth., Alloway, Tracy Packam, et al. (2006). Working Memory in Children with Reading Disabilities. Journalof Experimental Child Psychology, 93, (265-281)

Goff,Deborah A., Pratt, Chris., and Ong, Ben. (2005). The Relation Between Children’s Reading Comprehension, Working Memory, Language Skills and Components of Reading Decoding in a Normal Sample. Journal of Experimental Child Psychology, 18, 585-616

Gottardo,Alexandra., Stanovich, Keith E., Siegel Linda S. (1996). The Relationship between Phonological Sensitivity, Syntactic Processing, and Verbal Working Memory in The Reading Performance of Third-Grade Children. Journal of Experimental Child Psychology, 63, 563-582

Swanson, H. Lee & Jerman, Olga (2007). The Influence of Working Memory on Reading Growth in Subgroups of Children with Reading Disabilities. Journal of Experimental Child Psychology, 96, (249-283)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top