Dita's Diary

Temukan Rasamu dalam Tulisanmu; Sebuah Alasan Memulai Blogging

Blogging,

Kalau ditanya, kenapa ngeblog? kenapa baru ngeblog? atau apa sih yang kamu dapat dari ngeblog? kalau mau diceritakan, sebetulnya jawabanku singkat, “karena aku menemukan ‘rasa’ setelah menulis”

Hah kok rasa?? maksudnya? rasa coklat? vanila? atau stroberi? 

Bukan, bukan rasa yang itu. Hehe. Tapi rasa yang aku dapat setelah menyelesaikan sebuah tulisan.

Well, aku mulai membuat blog ini sekitar satu tahun lalu, tidak lama setelah Attaya lahir. Aku juga sudah pernah mulai buat blog sejak kuliah, sekitar tahun 2010-an aku mulai buat blog pribadi. Karena satu dan lain hal, di antaranya kesibukan kuliah serta pekerjaan, blog tersebut vakum bertahun-tahun akhirnya aku melupakannya. Hingga tiba saatnya aku menikah, hamil, dan memiliki anak. Saat lahir anakku yang pertama, Attaya, aku memutuskan untuk memulai lagi semuanya, untuk menemani hari-hariku sebagai newmom.

Jujur, salah satu alasan kuat kenapa aku mau memulai lagi ngeblog dari nol ini adalah dasar kekhawatiranku menjadi mama baru. Saat itu, rasanya setiap langkah dan keputusan baru yang akan aku lakukan ke bayiku, yang belum pernah dilakukan sebelumnya, harus aku riset mendalam terlebih dahulu, mulai dari googling, tanya teman yang berpengalaman, tanya DSA, sampai ikut beberapa komunitas parenting untuk meyakinkan keputusanku. Pada akhirnya, aku menemukan kesimpulan dan banyak sekali ilmu baru yang aku terima setelah itu.

Setelah sekian banyak informasi yang aku terima, aku praktikkan, dan ternyata tepat untukku, tentunya aku juga ingin membaginya ke ibu lain. Entah ada yang peduli atau tidak, sependapat atau tidak, aku hanya ingin berbagi apa yang aku dapat. Tujuan utamaku adalah informasi ini menjadi catatan pribadi sebagai pengingat ataupun hanya untuk kenangan jika suatu saat aku membukanya kembali.

Namun, niat tidak selalu berjalan mulus, kerempongan sebagai ibu baru tentunya membatasi aku membuka laptop atau hanya sekadar membuka smartphone. Sebetulnya ini bukan alasan ya, tapi memang rasanya ketika bayi tidur, niat untuk blogging akan terkalahkan dengan nikmatnya tidur juga 😂. Akhirnya, semua isi dalam kepala lenyap dan terlupakan begitu saja.

Ya, aku akui ini adalah salah satu kekuranganku yang tidak konsisten dalam menulis blog. Hingga akhirnya aku kenal dengan Blogger Perempuan Network, yang men-challenge 1 day 1 post selama 30 hari dengan tema yang sudah ada. Semoga ikhtiar ini salah satu usaha aku untuk konsisten ngeblog. Amin.

Berdasarkan ceritaku di atas, 3 poin besar alasan aku ngeblog adalah:

  • Tulisan adalah sarana untuk meninggalkan jejak yang abadi. Ya, bagi aku, selain foto, tulisan akan abadi dan akan menjadi sebuah harta yang tak ternilai ketika kita membaca kembali setelah beberapa tahun kemudian.
  • Tulisan adalah media untuk melepaskan beban pikiran. Bagaimana tidak, ketika ingin berbagi tetapi sedang tidak ada orang di samping kita, tulisan dapat mewakili menjadi teman berbagi. Semenjak mulai menulis, aku juga mulai merasakan kelegaan dari apa yg aku rasakan. Aku merasa pikiran aku lebih ringan karena sebagian isi di kepala sudah tersusun dengan baik dalam tulisan. Hal ini juga membuat blogging menjadi self healing untukku.
  • Tulisan adalah media untuk berbagi. Tidak hanya melalui materi, lewat tulisanpun kita dapat berbagi, baik pengalaman ataupun ilmu yang kita ketahui. Bukan untuk mengajari, tetapi karena peduli. Terkadang sebuah pengalaman yang pernah kita alami secara tidak langsung sama dengan sebagian orang dan bermanfaat tanpa kita sadari.

Selain hal-hal di atas, tentunya bagi blogger professional dunia blogging juga akan memberi keuntungan, baik dari iklan, endorse, kerja sama, dll. Aku yakin para profesional yang sudah mencapai tahap ini sudah melalui perjalanan panjang yang tidak mudah, baik pengorbanan waktu, materi, dan pikiran. Ketika kita menyusun tulisan yang bagus, bermanfaat, orisinil, dan lahir dari hati, tentunya hal ini akan datang beriringan. Lalu apa hubungannya dengan “rasa” yang aku jabarkan di awal?

Ya, setiap orang yang melakukan aktivitas blogging, pasti memiliki alasan tersendiri, atau mungkin ada kesamaan dengan pengalamanku ini?

Apapun alasannya, aku yakin dengan membuat tulisan, banyak sekali “rasa” yang akan kita dapatkan setelah menyelesaikannya. “Rasa” apa pun itu, rasa lega, rasa bahagia, rasa bermanfaat bagi orang lain, rasa mendapat berkah, atau bahkan malah rasa stres, jawabannya ada di dalam hati kita sendiri. Aku yakin, setelah menulis, pasti kita akan temukan rasa itu.

Kesimpulan dari penjabaran tiga poin di atas, “rasa” yang aku dapatkan adalah “lega”, lega bisa mengabadikan momen penting, lega bisa melepas bebas pikiran, dan lega karena bisa berbagi. Inilah yang menjadi alasan utama aku ngeblog.

Ke depannya, aku berharap semoga blog ini dapat bermanfaat, dan aku bisa konsisten membangun dan memperlakukannya sebagai teman hidup yang selalu ditemui setiap harinya untuk berbagi tulisan dan cerita.
Jadi, sampai bertemu di tulisan berikutnya!. Jangan ragu untuk memulai, tidak ada kata terlambat, silakan temukan “rasa”mu setelah menulis, dan happy blogging!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top